Wisata Gunung Semeru, Memiliki Pesona Cantik 4 Ranu

Wisata Gunung Semeru, Memiliki Pesona Cantik 4 Ranu

Secara administratif wisata Gunung Semeru terletak diantara kabupaten Malang dan kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Gunung yang terletak di Jawa Timur ini masuk ke dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Di pulau Jawa, Gunung Semeru ini termasuk tertinggi. Dengan puncaknya yang terkenal dengan sebutan Puncak Mahameru memiliki ketinggian 3676 mdpl (meter dari permukaan laut).

Gunung Semeru merupakan gunung yang tertinggi ketiga setelah Gunung Kerinci dan Gunung Rinjani.

Gunung Semeru ini merupakan TNBTS. Taman nasional ini terdapat gunung dan lembah.

Kawahnya yang terkenal dengan sebutan kawah Jongggrang Seloka ini, terletak di puncak Semeru.

Daftar Isi

    Spot Menarik di Wisata Gunung Semeru

    Di kawasan Gunung Semeru terdapat 4 ranu (danau).

    Ranu tersebut sangat indah dan sangat terkenal di kalangan pendaki yaitu Ranu Kumbolo, Ranu Pani, Ranu Regulo dan Ranu Derungan.

    bunga di wisata gunung semeru

    Beberapa lokasi yang menjadi tujuan favorit wisatawan dari seluruh dunia adalah:

    Ranu Pani

    Ranu Pani sangat indah. Ini adalah pos pertama yang akan kamu lalui apabila ke Wisata Gunung Semeru.

    Selain itu disini juga danau pertama yang kita temui. Disini identitasmu akan ditulis dan membayar administrasi.

    Ranu Pani terletak di sebuah desa yang bernama Ranu Pani.

    Terletak kecamatan Sendoro, masuk dalam sutu kabupaten yang bernama Lumajang. Ranu Pani mempunyai luas kurang lebih 1 hektar.

    Ranu Regulo

    Setelah berjalan kurang lebih 1,5 jam dari Ranu Pani, maka kamu akan menjumpai danau yang kedua yaitu Ranu Regulo.

    Ranu Regulo terletak pada ketinggian 2.100 mdpl, sehingga udaranya sangat sejuk dan dingin.

    Ranu Regulo

    Pada sore hari akan tampak langit diatas Ranu Regulo tampak berwarna ungu kejinggan. Pantulan langit tersebut akan tampak permukaan danau.

    Tempat ini sangat cocok untuk berkemah dengan keluarga ataupun teman. Di pagi hari di Ranu Regulo akan mengeluarkan embun dan kabut.

    Suasana seperti ini menambah kesan mistis dan eksotis. Pada malam haripun kalau langit sedang cerah, kita dapat melihat hamparan bintang-bintang di lamgit.

    Ranu Derungan

    Di kawasan Ranu Derungan susana mistis agak terasa. Hal ini karena disekitar Ranu Derungan di kelilingi oleh tebing dan hutan. Kawasan ini sangat disukai oleh satwa liar.

    Pada Jaman Belanda danau ini di jadikan sebgai tempat komservasi tanaman obat dan tanaman anggrek. Ranu Derungan disebut juga dengan Linggo Rekisi, karena diaekitar danau ini banyak terdapat pohon Rekisi.

    Ranu Kuning

    Sangat jarang orang memgetahui keberadaan Ranu Kuning. Karena danau ini terletak agak jauh dan tersembunyi.

    Ranu Kuning terbentuk oleh air hujan seperti halnya dengan Ranu Pani.

    Ranu Kumbolo

    Di Ranu Kumbolo merupakan tempat favorit bagi para pendaki untuk berkemah.

    Pada saat musim liburan dan cuaca sedang mendukung, kamu akan melihat hamparan tenda-tenda didaerah iniemgitari Ranu Kumbolo.

    Selain danau, kamu juga bisa melihat sunrise dari arah Ranu Kumbolo.

    Oro–Oro Ombo

    Apabila dalam pendakian kamu ke Semeru tidak sampai puncak, maka Oro-oro Ombo dapat dijadikan alternatif tempat tujuan.

    Bunga Verbena yang indah dan berwarna ungu tumbuj subur disini. Bunga ini sering disalah artikan sebagai Lavender.

    Tetapi Verbena lain dari Lavender. Sebenarnya bunga Verbena merupakan bunga yang bersifat invasif. Artinya keberadaan bunga ini akan mengganggu bagi keberlangsungan ekosistem lain.

    Ceritanya bunga ini dibawa pada jaman kolonialisme dan ditanam didaerah ini.

    Dari pihak TNBTS sebenarnya akan memusnakhkan bunga ini, tetapi mereka mengkhawatirkan biji-bijinya akan terjatuh dan malah akan semakin menyebar populasinya.

    Oleh karena itu pihak TNBTS menyarankan kepada para pendaki untuk mencabut tanaman Verbenas ini. Untuk kemudian dibawa turun dan dibuang.

    Lokasi dan Rute Perjalanan

    Perjalanan apabila mendaki kepuncak Semeru memerlukan waktu sekitar 4 hari pendakian.

    Inipun apabila cuaca mendukung. Apabila sedang terjadi badai, dan cuaca tidak mendukung maka pendakian akan memerlukan waktu lebih lama lagi

    Perlengkapan yang dibawapun haruslah lengkap.

    Untuk memulai pendakian, kita bisa melewati beberapa jalur. Jalur yang pertama melewati kota Malang.

    Kamu bisa menaiki angkutan umum, setelah kamu sampai di terminal Malang. Yang selanjutnya menuju di suatu desa yng bernama Tumpang.

    Dari Tumpang kamu bisa menaiki Jeep atau kendaraan truk yang ada dibelakang pasar Tumpang. Biayanya murah kok, kamu hanya perlu membayar Rp 100 ribuan sampai Ranu Pani.

    Sedangkan jalur yang lain, apabila kamu akan ke Wisata Gunung Semeru bisa juga berangkat dari kabupaten Lumajang. Ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun ojek sampai menuju desa Ranu Pani.

    Kunjungi juga gunung Tangkuban Perahu.

    Harga Tiket Masuk Wisata Gunung Semeru

    Di pos Ranu Pani ini ada pos pemeriksaan. Biasanya disini para pendaki diperiksa barang bawaannya dan di beri petunjuk apa yang boleh dilakukan serta aturan-aturan pendakian.

    Para pendaki juga diwajibkan untuk membawa peralatan tidur pribadi. Apabila tidak membawa pos ini juga menyewakan dengan biaya Rp 20 ribu per hari.

    Selain itu kita juga harus membayar biaya administrasi untuk orang yang akan melakukan pendakian sebesar Rp 17.500 di hari biasa dan membayar Rp 22.500 di hari libur.

    Jika kamu masih pemula dalam melakukan pendakian, kamupun bisa menggunakan jasa portir untuk memberi petunjuk jalan ataupun sekedar untuk angkat barang bawaan.

    Ini bisa sangat meringankan para pendaki yang bawa peralatan pendakian cukup banyak.

    wisata gunung semeru

    Tips Pendakian

    Perjalanan dari Ranu Pani sampai Ranu Kumbolo akan melewati Watu Rejeng. Sepanjang perjalanan kita akan menikmati pemandangan yang sangat indah dan hamparan bunga edelwise.

    Hutan pinus dikiri kanan jalan, serta sesekali kepulan asap dari puncak Semeru dapat kita lihat.

    Setelah sampai di Watu Rejeng, perjalanan akan kembali dilanjutkan ke Ranu Kumbolo.

    Diantara kawasan Watu Rejeng menuju ke suatu kawasan yang bernama Ranu Kumbolo jaraknya lumayan jauh yaitu sekitar 45 km. Sampai di Ranu Kumbolo kitapun bisa beristirahat untuk mendirikan tenda.

    Ranu Kumbolo merupakan tempat favorit untuk beristirahat. Karena terdapat danau yang sangat jernih airnya dan terjaga kebersihannya.

    Kita bisa mengisi perbekalan air minum disini sebelum melanjutkan perjalanan. Selain dikenal dengan kejernihan airnya, di Ranu Kumbolo juga bisa menikmati sunrise di pagi hari.

    Perjalanan selanjutnya melewati bukit yang sangat terjal dan curam. Disini kita akan menemukan suatu padang rumput. Oro ombo orang menyebutnya padang rumput yang sangat luas tersebut.

    Kita juga akan menjumpai hutan cemara yang sangat indah yang terkenal dengan sebutan Cemoro Kandhang. Para pendaki juga bisa beristirahat di Pos Kalimati ataupun Arcopodo.

    Sebaiknya barang bawaan sebelum naik ke puncak ditinggal di pos Kalimati ataupun Arcopodo. Pendakian sebaiknya dilakukan pagi-pagi sekali, karena akan memerlukan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan.

    Dipuncak Semeru (puncak Mahameru) pendaki sebaiknya tidak menuju ke kawah Jonggrang Saloka juga dilarang mendaki dari arah selatan karena adanya gas beracun dan aliran lahar.

    Gas beracun yang terkenal dengan sebutan wedhus Gembel ini sangat panas dan sangat berbahaya. Terdapat sekitar 15-20 letusan pada puncak gunung yang masih aktif.

    Suhu diatas puncak gunung sangat dingin.Berkisar 4-10 derajat celcius.

    Suhu tersebut akan sangat dingin berkisar minus 0 derajat pada puncak musim kemarau.Karena suhu ynga dingin tersebut berkisar maka di puncak gunung sering dijumpai batu-batu es kristal.

    Bantu rate ya ..

    Tulis Komentar