menghinaku

Untukmu yang menghinaku, kenapa tak mendoakanku saja?

Kamu tahu bagaimana rasanya dicemooh, dihina, dicela, diremehkan? Sakit, tersayat-sayat hati ini. Apalagi seseorang yang telah kita anggap sebagai sahabat kita sendiri yang melakukannya. Jika orang lain yang melakukannya, mungkin tak sesakit ini.

Memang benar, lidah itu tajam daripada pedang. Satu kata kotor saja yang keluar dari mulut, dapat menghancurkan hati berkeping-keping. Apakah kamu pernah berfikir terlebih dahulu sebelum berkata? Bagaimana perasaan orang yang kamu hina itu. Atau..pernah terbesit kah dalam pikiranmu bagaimana jika kamu yang berada diposisi itu?

Aku berusaha tegar, saat aku terlalu optimis dan terobsesi akan mimpi dan cita-citaku, sedangkan disisi lain ada orang yang sibuk berkoar berusaha memojokkanku, menghinaku, menjatuhkanku, meremehkanku¬† bahkan berkata, “Halah..Jangan terlalu terobsesi, jangan kePD’an nanti kalau gak kesampean stress lho”.

Tetes demi tetes air mata runtuh dari kedua bola mataku. Air apa ini? Apa? Aku menangis? Mengapa? Sakit ! Ya, sakit hati. Apa aku tak pantas memperjuangkan impianku? Tidak ! Semua orang pantas memperoleh kesuksesan. Tak terkecuali dengan aku. Aku pun berhak memperjuangkan impianku.

Wahai kamu yang telah menghinaku, mencemoohku, menjatuhkanku, memperolok aku, meremehkanku, terimakasih. Setiap kata yang terucap dari mulutmu, adalah cambuk bagiku yang membuatku semakin kuat, yang mengharuskanku lebih maju daripada kamu.

Aku tidak akan membalas perkataanmu dengan memperolokmu balik, apalagi membalaskan dendam. Tidak ! Itu bukan aku. Mungkin jika aku sukses kelak, hanya itu yang mampu membungkam mulutmu.

Sabar, ya.. tunjukkanlah kesabaran terhadap semua hinaan, cacian, makian dan sikap meremehkan dari orang lain. Semakin banyak mereka mengkritik, semakin bertambah nilai kebaikan kita.

Jangan pernah patah semangat, apalagi berputus asa hanya karena cibiran dan hinaan mereka. Karena kesuksesan kita tidak ditentukan oleh mulut mereka. Melainkan kerja keras, usaha, serta doa yang kita lakukan.

Seorang penyair Arab berkata,

Lautan yang luas tidak merasakan bahaya ketika seorang anak melemparinya dengan batu.

Berterimakasihlah, ingat ..

Ketika seseorang menghina kamu, itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan kamu, bahkan ketika kamu tidak memikirkan mereka. (BJ. Habibie)

Untukmu yang menghinaku, kenapa kamu tidak mendo’akanku saja? Bukankah saling mendo’akan jauh lebih baik daripada sikap mu selama ini? Apa yang kamu dapatkan dari semua itu? Ada rasa puas tersendiri kah?.

Aku yakin ada kesedihan dalam dirimu dibalik hinaan, cemoohan yang kamu ucapkan. Hayoklah.. masih banyak kata baik yang mampu kita ucapkan, kenapa harus mengeluarkan kata kotor?.

Hilangkanlah perasaan iri, dengki, kotor, yang membuatmu sampai hati meremehkan orang lain. Ubahlah dengan berbuat baik dan saling mendo’akan. Karena perbuatan baik akan menimbulkan kebahagiaan yang hakiki.

Cukuplah, mulailah berdamai. Karena berdamai jauh lebih menenangkan.

quote bully

Untukmu yang menghinaku, kenapa tak mendoakanku saja?
4 (80%) 2 votes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *