membuat konten

[Studi Kasus] Proses Panjang Membuat Konten Kreatif di Sukagitu.com

Membuat konten merupakan satu hal yang paling penting dalam pengembangan website atau blog. Konten yang disajikan setiap blog tentunya berbeda, misal dari segi penulisan.

Dari beberapa konten yang dimiliki sukagitu banyak yang berada di halaman satu Google, tentunya karena konten di Sukagitu.com dibuat dengan serius. Bahkan waktu awal pembuatan blog ini, mimin bertekad untuk beli laptop baru, Salah satu series Asus dengan Intel Core i5 Processor + Nvidia Geforce 720M serta RAM upgrade-an 8GB.

Itu semua karena mimin pengen belajar bikin konten visual dan video sendiri. Selain laptop yang mumpuni, butuh kreativitas dan keahlian juga dalam menghasilkan konten yang berkualitas.

Mimin sengaja beli barang dengan harga yang enggak murah itu supaya giat belajarnya. Terbukti, setiap merasa malas langsung ingat harga alat yang sudah dibeli 😀

Nah, kali ini sukagitu bakal berbagi rahasia dibalik pembuatan konten yang selama ini sukagitu sajikan untuk sobat-sobat sekalian, kita ambil contoh konten Umbul Ponggok. Apa saja itu? Cekibrot.. 😀

Persiapan Membuat Konten Baru

Seperti yang sudah di mention diatas, konten diblog ini selalu digarap dengan serius. Untuk Menentukan 1 topik saja ada beberapa step yang lumayan njlimet.

1. Mencari ide konten

Dijaman serba sosmed ini mencari sebuah ide konten memang sangat mudah, namun tak semudah itu. Menentukan ide konten yang pasti populer memerlukan data-data yang valid, bukan hanya dari asumsi dan perkiraan.

Ada beberapa indikasi yang harus dimiliki sebuah topik konten yang akan populer. Diantaranya:

  • Jumlah share
  • Tren pencarian di mesin pencari (seperti Google)
  • Tidak musiman
  • Tidak populer sesaat, seperti PokemonGo atau Batu Akik

Lalu, dari mana data-data tersebut didapat?

Banyak sekali tools yang bisa digunakan, dengan fitur dan harga yang beragam. Disini SGDC (red: sukagitu.com) mengandalkan dua tools saja Buzzumo dan Google Trend.

Buzzumo

Aplikasi ini memiliki 3 tab fitur utama, Content Research, Influencers dan Monitoring. Pada tab Content Research, ada fitur Most Shared untuk menghitung jumlah share ke sosial media.

Buka Most Shared pada Buzzumo lalu ketikan keyword yang kamu mau. Buzzumo akan menghitung jumlah total dan kemana saja konten itu dibagikan.

buzzumo

Hasil pencarian di Buzzumo

Pada studi kasus kali ini ternyata keyword Umbul Ponggok sangat populer di sosial media, terbukti dari angka share yang cukup fantastis.

Google Trend

Sesuai namanya, tools gratis milik Google ini akan menampilkan topik yang sedang hangat di seluruh dunia.

Fitur yang tak kalah penting lainnya adalah Interest Over Time, grafik tersebut menampilkan data pencarian sepanjang waktu.

Setelah masuk ke Google Trend Indonesia dan memasukan keyword pada kolom explore trend, selanjutnya website ini akan menampilkan data tren pencarian selama kurun waktu tertentu.

data google trend

Data aktifitas pencarian selama 5tahun.

Dari grafik diatas menunjukan bahwa keyword tersebut tidak musiman.

Selama kurun waktu 5 tahun, grafiknya cenderung meningkat ditambah dengan total share dari Buzzsumo cukup banyak.

Artinya topik ini layak dijadikan ide konten.

2. Menentukan Kata kunci yang tepat dengan Google Keyword Planner

Setelah menemukan ide untuk konten baru, tahap selanjutnya adalah menemukan keyword yang tepat. Kenapa?

Terkadang, untuk menemukan 1 hal di Internet, pengguna menggunakan berbagai variasi keyword, contohnya seperti ini.

Jika kamu ingin mencari informasi tentang Honda Vario 150 eSP 2016, bisa dipastikan tidak akan mengetikan lengkap seperti itu, ada banyak kemungkinan keyword yang kamu gunakan, seperti; Honda Vario, Vario 150, review Vario atau yang lainnya.

Dengan Google Keyword Planner, kita bisa mengetahui variasi keyword apa yang paling banyak digunakan pengunjung.

Kunjungi Google Keyword Planner by Google Adword. Login menggunakan akun Gmail. Pada tab Search for new keyword using a phrase, website or category.

Masukan keyword dari ide konten tadi. Targeting Indonesia lalu klik Get Ideas.

gkp

Hasil yang keluar adalah berupa data volume pencarian rata-rata perbulan dari semua variasi keyword yang dimaksud. Pilih keyword dengan pencarian tertinggi.

riset keyword

Dari hasil diatas, bisa kita PASTIKAN (bukan asumsi atau kira-kira) bahwa variasi keyword Umbul Ponggok paling sering diketikan pengguna internet.

3. Analisa tingkat persaingan dengan LongtailPro

Jika Blog kamu baru dibuat, step ini sangat penting. Untuk menaklukan halaman pertama di Google, kamu perlu tahu bagaimana tingkat persaingannya.

Untuk melakukan pekerjaan ini, SGDC menggunakan sebuah tool keren bernama LongtailPro. Harganya cukup terjangkau, namun manfaatnya besar sekali.

hasil longtailpro

Hasil dari LongtailPro

Dari hasil diatas, pada Google Title Comp menunjukan angka 9200. Itu berarti, ada 9200 judul artikel yang mengandung kata “Umbul Ponggok”. Dari bagan Average (paling bawah) pun menunjukan angka-angka yang lumayan besar.

Dari data diatas menunjukan bahwa keyword tersebut memiliki tingkat persaingan yang tinggi.

Walaupun persaingannya susah, bukan berarti kita menghindari topik tersebut. Justru seharusnya kita harus lebih terpacu untuk membuat konten yang jauh lebih baik dari yang sudah ada.

Yang terpenting, jangan sampai kita membuat konten dengan persaingan yang sangat tinggi tapi yang nyari sedikit !

4. Keyword yang Dihindari Sukagitu.com

Namun ada beberapa topik yang biasanya dihindari SGDC, kriterianya adalah sebagai berikut:

  • Volume pencarian perbulan rendah namun persaingan tinggi
  • Halaman pertama didominasi iklan
  • Google menampilkan banyak halaman penjualan / booking hotel
  • Sudah terjawab oleh Google quick answer box

Mengumpulkan Link Artikel di Halaman Pertama Google

Sebelum menulis konten, tentu kita harus tau seperti apa artikel yang sudah ada di 10 besar Google, bagaimana kualitasnya, apa kurangnya apa lebihnya. Minusnya akan kita tutupi dan kelebihannya akan kita jadikan referensi.

Semua artikel yang diterbitkan SGDC harus berbobot dan menjawab semua informasi sebuah topik yang dicari pengunjung!

Terus apa gunanya mengumpulkan artikel orang lain?? Misal seperti ini.

Di peringkat pertama memuat informasi ABF, peringkat kedua ACD dan peringkat kedua AGH.

Apa yang harus kita lakukan?? Menulis informasi ABCDEFGH+. Dengan begitu artikel kita akan menjadi artikel paling lengkap yang ada di Google.

Kumpulkan URL-nya dan catat poin-poin penting didalam artikel yang ada di halaman 1 kedalam excel.

kumpulan-poin-poin-penting

Silahkan kumpulkan sebanyak mungkin 🙂

Membuat Outline Artikel

Setelah mengumpulkan poin-poin penting yang sudah ada didalam artikel 10 besar Google, yang dilakukan SGDC adalah membuat rancangan outline artikel yang akan ditulis.

outline-artikel

Selain membuat outline yang 10x lebih lengkap dari artikel yang sudah ada. SGDC juga melakukan hal2 berikut:

1. Update informasi yang sudah kadaluarsa

Sehebat apapun sumbernya, bisa jadi informasi yang didapat sudah kadaluarsa, seperti harga tiket, rute, kontak. Mungkin sudah berubah dari tahun sebelumnya.

Disini tugas kita memperbaharuinya.

2. Menggunakan formatting yang lebih baik

Dengan 10 poin dan beberapa sub-poin, bisa jadi artikel ini menjadi artikel paling lengkap dan panjang.

Agar pengunjung tidak bosan (bahkan pusing) saat membaca, terutama pembaca dari perangkat mobile.

Kita harus memperhatikan yang namanya formatting, coba bandingkan.

contoh formating artikel

Perbandingan artikel yang diformat dengan baik.

Contoh diatas SGDC ambil dari desktop, bayangkan kalau pengguna mobile, lebih pusing lagi!

3. Sediakan link-link ke website lain

Menurut SGDC hal ini sebenarnya sangat penting sekali. Sayangnya banyak blogger yang mengabaikannya.

Menyediakan link ke website lain juga bermanfaat untuk website kita sendiri. Karena akan membantu navigasi pengunjung.

Jika kamu menulis artikel wisata, ada baiknya kamu menyediakan link Google Maps sebagai petunjuk rute. Atau link rekomendasi hotel terdekat seperti di artikel ini.

Produksi Gambar Visual

Visual pada konten kreatif adalah salah satu elemen penting untuk membangun engagement dengan pembaca.

Menurut QuickSprout, konten yang mengandung gambar ternyata lebih banyak dikunjungi daripada konten tanpa gambar. Perbedaannya cukup tinggi, hingga 94%.

konten dengan gambar

Tak hanya itu, konten yang memiliki gambar lebih shareable dibandingkan dengan yang tidak.

Finishing

Ribet? memang sih, tapi tunggu dulu.

Jika kamu ingin ngeblog, apalagi ingin dapat penghasilan dari sana. Berarti kamu harus siap menyediakan konten berkulitas.

Dan dengan metode ini, artikel di sukagitu.com banyak menempati 10 besar. Seperti artikel Umbul Ponggok dalam studi kasus kali ini misal, tak hanya 10 besar, namun di peringkat pertama dengan persaingan yang sangat berat.

serp-sgdc

Hasil pencarian dengan keyword “Umbul Ponggok”. Mungkin setiap komputer hasilnya berbeda-beda 1-2 peringkat. Yang jelas dengan cara ini artikel tersebut mengalahkan situs-situs besar.

Kamu punya blog dan punya pertanyaan tentang membuat konten kreatif, boleh tanyakan saja ya 🙂

Setiap blogger memiliki cara masing-masing. Dan inilah cara SGDC, semoga bermanfaat ya .. 😉

[Studi Kasus] Proses Panjang Membuat Konten Kreatif di Sukagitu.com
3.7 (73.33%) 3 votes

Comments

  1. Reply

    • By Mpit

      Reply

  2. By Caesar

    Reply

    • By Mpit

      Reply

  3. By Caesar

    Reply

  4. By Aken

    Reply

  5. By Dewa

    Reply

  6. By AP

    Reply

    • By Mpit

      Reply

  7. By boy

    Reply

    • By Mpit

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *